Tampilkan postingan dengan label Syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syukur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

Keluarlah...

by. Jamil Azzaini

Saya ingin bercerita sedikit tentang kutu anjing atau pinjal. Dia ini binatang yang hebat karena bisa melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Tentunya itu jauh lebih tinggi daripada kemampuan melompat anjing, “induk semang” tempat dimana ia menumpang hidup.

Suatu saat anak pinjal bertanya kepada ibunya, “Mama, anjing itu seperti apa, ya?” Sang ibu menjawab, “Kita sekarang sedang berada di atasnya, nak..”

“Lho, kok saya tidak tahu kalau kita berada di atasnya?” kata anak si kutu anjing tersebut. Tiba-tiba ibu si kutu anjing itu menendangnya dan terlemparlah ia dari tubuh anjing yang menjadi “induk semangnya”. Begitu terjatuh barulah ia menyadari bahwa anjing itu ukurannya sangat besar. Bahkan anak kutu jadi tahu, ternyata anjing sangat ditakuti oleh kucing.

Rabu, 30 November 2011

Kuliah dari Universitas Kehidupan

Ketika kerjamu tidak dihargai maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar keikhlasan.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan.
Ketika kau harus lelah dan kecewa , maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan.
Ketika kau merasa sepi dan sendiri maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan.
Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang kemurah-hatian

Selasa, 29 November 2011

Kunci Bahagia

by. Jamil Azzaini

Orang Jawa mengatakan hidup itu sawang sinawang. Atau, dengan makna lain, seperti perumpamaan “rumput halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman rumah sendiri”. Kisah berikut ini sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat mahasiswa ada yang berpikir, “Enak ya kalau sudah bekerja, bisa punya uang sendiri dan bisa beli ini itu.” Begitu sudah bekerja ia berpikir lagi, “Enak ya jadi pengusaha, waktunya bebas dan tidak harus pergi pagi-pagi.”

Senin, 28 November 2011

Akhirnya, terbukalah rahasia yang disimpan rapat sang suami selama 10 Tahun dari istrinya

Sepasang suami istri telah melewati masa pernikahan itu telah selama 5 tahun lebih, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Mulailah tetangga kanan kiri , termasuk saudaranya sendiri berbisik-bisik: “ Nikah udah lama, kenapa gak bisa hamil-hamil ya? Siapa yang mandul? Istrinya atau suaminya?”.

Karena seringnya mendengar gosip pahit dari tetangga kanan kiri, akhirnya sepasang suami tersebut secara diam diam melakukan pemeriksaan. Hasil lab menyebutkan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun, ini berarti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak. Mengetahui hasil pemeriksaan seperti itu, sang suami mengucapkan: "inna lillahi wa inna ilaihi raji’un"  lalu menyambungnya dengan ucapan: "Alhamdulillah". Sang suami berkata kepada sang dokter, “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong..., Anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah. Mendengar permintaan seperti itu, sang dokter menolak dan terheran-heran, "Saya tidak bisa memenuhi permintaan Anda, itu terasa sulit bagi Saya.", mendengar jawaban seperti itu, kemudian sang Suami menimpali, "Saya tidak ingin melihat istri saya murung, bersedih, lalu akhirnya merasa putus asa dengan kondisinya." Karena terus dipaksa sang suami, akhirnya dokter pun setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Jumat, 25 November 2011

Kedamaian Hati

Oleh : Andrie Wongso

Alkisah, di sebuah kerajaan, sang Raja mengadakan sebuah sayembara. Dengan hadiah berupa emas yang sangat berharga kepada rakyat yang bisa melukis tentang "kedamaian". Saat diumumkan, banyak seniman dan pelukis mencoba mengikuti sayembara dan berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut.

Waktu yang dijanjikan pun tiba. Baginda Raja datang ke tempat para seniman melukis dan berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Di antara sekian banyak lukisan, hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukai baginda Raja, yang dianggap mampu mewakili tema tentang kedamaian. Dan sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.

Kamis, 24 November 2011

Hutang Anak Kepada Ibu

Seorang anak kecil menghampiri ibunya di dapur pada suatu malam, sementara ibunya sedang menyiapkan  makan malam. Lalu anak itu menyerahkan selembar kertas yang ia telah tulis. Setelah Ibu mengeringkan tangannya pada serbet, ia membacanya, dan inilah isi kertas tersebut :

Biaya saya membantu ibu potong rumput: Rp. 5.000,-
Biaya saya membersihkan kamar saya sendiri: Rp 3.000,-
Biaya pergi ke pasar : Rp 1.000,-
Menjaga adik selama ibu pergi: Rp. 5.000,-
Membuang sampah: Rp. 2.000,-
Jumlah ibu berhutang sama saya adalah: Rp 11.000,-

Rabu, 23 November 2011

Cintailah Anakmu


by. Jamil Azzaini

Mempunyai anak adalah sebuah kenikmatan yang sulit diceritakan dengan kata-kata. Tangisnya, senyumnya, keceriaannya, kelucuannya dan kenakalannya melebur menjadi penghibur terbaik di dunia. Tidak hanya itu, di akhirat pun anak bisa menjadi penyelamat kehidupan orang tuanya melalui doa-doa yang mereka panjatkan.

Namun, anak tidak akan menjadi hiburan di dunia dan penyelamat di akhirat bila Anda tidak mencintainya. Bahkan seharusnya kita sudah mencintainya sejak sebelum ia ada. Bagaimana caranya? Dengan mencarikan ibu atau bapak terbaik buat mereka.

Jumat, 18 November 2011

Senyum itu mudah & murah, lagi bermanfaat. Berikut ini adalah manfaat tersenyum, CEKIDOT !

Sudahkah anda tersenyum untuk hari ini? Senyum yang tulus, datang dari hati yang tulus, suatu senyum yang ikhlas dan menceriakan adalah suatu ibadah. Tersenyumlah! karena senyum itu tidak mahal. Senyum terjadi hanya sekejap, tetapi kenangannya kadang berlangsung selamanya.

1. Senyum membuat Anda lebih menarik.
Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.

2. Senyum mengubah perasaan
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik.
Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah..

3. Senyum menular
Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

4. Senyum menghilangkan stres
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks.
Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah
Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin
Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit. 

8. Senyum membuat awet muda
Senyuman menggerakkan banyak otot, Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift.
Dijamin dengan byk tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda kelihatan sukses
Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik". Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah


Senyum menciptakan kebahagiaan di sekitar kita, Senyum adalah ketenangan bagi kegelisahan, keceriaan bagi yang kecil hati dan kegembiraan bagi yang sedih. Senyum tidak bisa di beli, karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berguna bagi siapapun sampai senyum itu diberikan. Jika kalian harus menemui seseorang yang terlalu letih untuk memberimu senyuman. Berikan satu senyuman yang tulus untuk mereka.

Karena tidak ada yang lebih membutuhkan senyuman daripada orang - orang yang tidak mempunyai senyuman lagi untuk diberikan. Sebuah senyuman akan selalu diterima, karena senyuman akan membuka pintu dan hati seperti anak kunci.
Berikan setiap senyummu untuk semua orang, karena satu senyuman memberikan keceriaan pada semua orang.

Jumat, 04 November 2011

Hidup Adalah Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya  itu.

Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, “Sayangku, tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan  untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi  ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah  dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI  untuk waktumu selanjutnya !!!

Oleh Karel Mandey
Sumber : http://www.resensi.net/hidup-adalah-anugerah/2008/12/

Terima Kasih Ayah

sayang ayah
Tak ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat. Mungkin engkau juga bukan yang selalu berada disampingku, saat aku bahagia, kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.
Saat anak-anak pergi sekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukanya karena kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakan cahayanya.
Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. Andai dapat ku beli waktu kerjamu kala itu, aku rela membayarnya dengan uang jajanku untuk bisa bermain bersamamu.
Kita mungkin bukan pasangan yang baik. Kau sibuk dengan urusanmu, sedangkan aku bermain dengan semua khayalanku.
Saat aku mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. Tapi bukan untuk bermain melainkan melakukan pekerjaan yang tidak aku inginkan. Seolah kau menindasku, aku jadi tidak suka denganmu. Aku membenci semua tentangmu. Kau marahi aku jika melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan maumu. Kau buat aku merasa lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau segera tiada dari duniaku, mengakhiri semua penderitaan dalam kehidupanku.
Pernah sekali aku menyalahkanmu atas apa yang terjadi dalam hidupku. Kusadari kau menangis saat ku terbangun sejenak dari tidur lelapku. Lama setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilanganmu dari sisiku.
Kini aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang pemuda mandiri yang juga tidak dapat melupakan kasih sayang keluarganya. Kau ajarkan aku menjadi seorang yang siap menjalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaku mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aku berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agarku dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aku sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan untukku.
Karena itulah, aku selalu berdoa ”semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu”
Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Terima Kasih Ayah”

 Sumber : http://www.resensi.net/ayah-terima-kasih/2011/10/

Gapailah Cita-cita dengan Menuliskannya

Smoga video berikut ini bermanfaat...

Kamis, 03 November 2011

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran



ayah anakDi suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Sumber : http://www.resensi.net/setiap-kemenangan-butuh-kesabaran/2010/08/

Selasa, 25 Oktober 2011

Penyesalan Terbesar

by. Jamil Azzaini

Emi Kiyosaki (saudara perempuan Robert T Kiyosaki, penulis buku “Rich Dad, Poor Dad” yang terkenal itu) adalah seorang aktivis yang sering menemani para pasien yang tengah menunggu ajalnya. Dari kegiatannya ini, Emy Kiyosaki menemukan bahwa penyesalan terbesar yang dialami manusia bukanlah penyesalan akan apa yang telah ia lakukan. Tetapi, penyesalan atas apa yang tidak dilakukan.

Ketika diberi amanah bekerja di perusahaan, banyak yang tidak memberikan kontribusi terbaik. Bekerja seadanya, yang penting gajian setiap bulan. “Saat aku diberi pekerjaan menantang oleh perusahaanku, aku malah menghindar, andai kesempatan itu dulu aku ambil maka kehidupanku tidak akan seperti ini jadinya,” begitu salah satu keluhan orang yang didampingi Emy.

Ada juga yang menyesal, “Ketika kesempatan itu datang, aku begitu takut untuk mengambilnya. Aku terlalu kerdil.” Ya, memang banyak orang yang menyadari bahwa kesempatan yang sama jarang datang 2 kali. Tapi sayang, kesadaran itu muncul justeru saat mereka telah tua.

“Ketika orang-orang yang mencintaiku, pasangan hidupku, anak-anaku meminta perhatianku, aku begitu sibuk dengan diriku dan keberhasilanku sendiri, hingga akhirnya aku menyadari, aku telah kehilangan cinta mereka. Hidupku terasa kering. Bahkan aku tak lagi bisa menemukan makna kehadiran diriku di dunia ini.”
Begitu juga ada yang menyesal tentang hubungannya dengan orang tua. “Saat aku diberi kesempatan merawat orang tuaku, aku malah menyia-nyiakannya. Aku justeru lebih banyak mengeluh, perhatianku tidak 100% kepada mereka. Bahkan kata-kataku sering menyakiti mereka. Saat orang tuaku meninggal, aku baru menyadari bahwa aku telah menjadi anak yang tidak tahu diri.”

Saya berharap, Anda dan saya tidak termasuk orang yang menyesal saat ajal menjemput. Mengapa? Karena kita tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada di depan mata. Kita tidak pernah menunda-nunda apa yang harus kita kerjakan. Kita tidak pernah menolak setiap kesempatan baik yang datang. Kita menjadi orang yang proaktif untuk berbuat positif. Kita tidak pernah berhenti melakukan berbagai kebaikan hingga ajal datang menghampiri kita. Semoga…

Salam SuksesMulia!

sumber : www.jamilazzaini.com

IF I`m FALLING IN LOVE.......

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu........ Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu...... Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu....... Ya Robbi, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.... Ya Robbi, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu... Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar aku tidak lalai merindukan syurga-Mu... Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu..... Allah, jika aku jatuh cinta pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu..... Ya Robbi, jika kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu..... Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu dan telah terpadu dalam membela syariat-Mu, penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan..... Ya Allah karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan apa yang mendekatkan diri kami pada kecintaan Mu. Jadikanlah Dzat-Mu lebih kami cintai dari pada air yang dingin bagi orang yang dahaga. Amin ya Robbal Alamin

Kamis, 13 Oktober 2011

Menimbang Rasa Syukur


Oleh : Kartiko A. Wibowo


Seorang kawan pernah menyampaikan pendapatnya bahwa jika anda ingin mengetahui nikmatnya rasa sehat maka jalanilah sakit. Dengan pernah merasakan sakit maka seseorang menjadi lebih tahu nikmatnya dalam keadaan sehat. Komentar ini mengingatkan saya tentang kisah Abu Nawas di tengah laut. Ketika itu rombongan penumpang kapal terganggu oleh teriakan ketakutan seorang budak akibat goyangan kapal. Setiap kapal bergoyang, maka si budak berteriak keras-keras saking takutnya. Perilaku tersebut tentu saja menjadikan para penumpang lainnya terganggu, karena kapal selalu bergoyang oleh debur ombak.

Abu Nawas termasuk dalam kumpulan penumpang yang merasa terganggu tersebut. Kemudian karena tidak tahan mendengar teriakan si budak, Abu Nawas meminta kepada kapten kapal agar si budak dilemparkan ke laut.” Jika ia hampir tenggelam, maka ambil dan selamatkan dia, setelah itu pasti dia akan diam dan mengetahui bahwa duduk tenang di kapal adalah lebih nikmat daripada tenggelam di laut”.

Tentu saja kisah-kisah demikian perlu diambil sebuah saripatinya agar kita mengerti pesan yang tersurat dan tersiratnya. Memang demikianlah sesuatu yang memiliki kenikmatan menjadi lebih terasa bila seseorang telah mengalami keadaan yang lebih buruk dari kondisi saat ini. Artinya, sesuatu keadaan menjadi disebut nikmat jika dibandingkan dengan keadaan lain yang ternyata kondisi tidak menyenangkan. Jika demikian halnya maka seseorang yang ingin merasa nikmat cenderung harus menjalani keadaan sengsara terlebih dahulu.

Namun jika dikritisi dengan cermat, sesungguhnya konklusi seperti itu tidak sepenuhnya bisa dikatakan benar. Dalam kaidah syukur seseorang tidak harus membandingkan dengan sesuatu keadaan yang lebih buruk untuk mensyukuri nikmat. Padahal mungkin saja dalam keadaan yang tidak mengenakkan, justru pada saat itulah ukuran rasa syukur menjadi acuan. Mensyukuri dalam keadaan enak merupakan kewajiban yang memang harus dilakukan, namun mensyukuri dalam keadaan tidak enak merupakan akhlak seorang hamba yang baik. Bisa jadi keadaan kurang enak merupakan bagian dari pengampunan, ada hikmah yang tersembunyi, sebagi ujian untuk meningkatkan kualitas diri dan juga bisa jadi sebagai kafarat atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. Jadi mengukur rasa syukur adalah dengan mensyukuri setiap keadaan yang berlangsung pada diri kita apapun keadaannya. Semoga kita selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur. Aamiin.

Sumber : Buletin BINAMA