Jumat, 24 Februari 2012

ATAS NAMA CINTA, MAKA AKU SAYANG…


“Dia hanya cinta sesaatmu! Nanti setelah rasa cinta itu pudar, baru kau tahu rasanya. Cukup Ibu saja yang mengalami, jangan sampai kamu juga mengalaminya, Neng! Lupakan dia!”
“Tidak, bu. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpa dia. Buatku, dialah yang terbaik. Izinkan aku menikahinya, Ibu. Neng mohon, bu.”
Wajah Ibu semakin memerah. Kemarahan semakin jelas menggurat di wajahnya yang masih terlihat cantik itu. Tapi aku tak peduli, aku harus berjuang. Demi Cintaku pada kekasihku, pada orang yang ingin kujadikan pelabuhan terakhirku, Rick.
“Kalau kamu pilih dia, silakan keluar dari rumah Ibu. Jangan pernah datang ke rumah Ibu lagi, kecuali kamu sudah pisah dengannya,” gumam Ibu pelan namun tegas.
Aku mendekati Ibu. “Bu, Neng mohon… ” pintaku memohon.
“Pergi. Pergilah kalau dia yang kau pilih!” kata Ibu lagi. Ia berbalik punggung membelakangiku. Itu sudah cukup memberitahu tak ada gunanya lagi aku  membujuknya lagi. Ibu telah mengambil keputusan dan keputusan itu takkan bisa diubah lagi.

Rabu, 22 Februari 2012

MALAS

Kita perlu mendefinisikan malas. Menurut saya, melakukan lebih sedikit aktivitas yang tidak penting agar bisa fokus pada hal-hal penting itu tidak termasuk malas.

Jadi, apa itu malas? Malas adalah orang yang bekerja di bidang yang tidak disukai tanpa pernah sungguh-sungguh berusaha untuk melakukan pekerjaan yang dicintai. Dia pergi berkerja tetapi hatinya tersiksa. Dia melakukan pekerjaannya dengan terpaksa.

Jumat, 10 Februari 2012

Pencipta Nilai

by. Jamil Azzaini

Anda ingin kaya? Saya yakin sebagian besar Anda menjawab: Ya. Sekarang coba Anda tuliskan 5 alasan mengapa Anda harus kaya? Atau paling tidak coba ucapkan secara jelas 5 alasan mengapa Anda harus kaya? Agar mendapat manfaat dari tulisan ini, jangan lanjutkan membaca sebelum Anda menjawab pertanyaan tadi.

Oke, sudah dijawab? Berapa banyak jawaban Anda? Kurang dari 5, persis 5 atau lebih dari 5 alasan? Menurut mentor bisnis saya, jawaban Anda mencerminkan pikiran dan tindakan Anda selama ini. Bila Anda menjawab kurang dari 5, itu berarti Anda tipe pengurang nilai. Selalu melakukan pekerjaan di bawah standar atau kewajiban yang diminta.

Kamis, 12 Januari 2012

Anakmu Perkataanmu

Ada orang tua datang kepada saya dan mengatakan, “Pak anak saya bandel, malas, suka iseng, tidak mau belajar, tidak mau mengaji, bagaimana ya, pak?” Saya tanya balik, “Sejak kapan dia begitu?” Ibu itu menjawab, “Sejak usia lima tahun, pak.” Maka saya langsung berkata, “Nah, berarti sebelumnya dia tidak begitu kan? Kira-kira apa yang membuatnya berubah? Mengapa setelah usianya tujuh tahun malah jadi seperti yang ibu katakan?”

Sangat disayangkan, banyak orang tua yang memberikan “stempel” negatif kepada anaknya. Parahnya lagi “stempel” itu diucapkan dan disebarluaskan ke banyak orang. Ketahuilah, tanpa Anda sadari anak Anda akan menjadi seperti apa yang Anda katakan. Ketika Anda seriang berkata malas kepada anak, otak bawah sadar anak Anda akan terstimuli untuk menjadi malas.

Senin, 09 Januari 2012

Siapa yang Menilai Perbuatan Anda?

by. Jamil Azzaini

Bagaimana menurut Anda, berbohong itu baik atau tidak? Bagi yang menjawab “tidak”; bagaimana jika Anda menjadi tentara kemudian ikut berperang dan tertangkap? Lalu, tentara musuh bertanya kepada Anda, dimana pasukan Anda? Bila waktu itu Anda menjawab bohong, baik atau tidak?

Lho sama-sama bohong tapi mengapa terkadang baik dan terkadang buruk. Tidak konsisten. Ya, ternyata perbuatan itu pada hakikatnya tidak punya nilai. Siapa yang menentukan nilai? Yang menentukan adalah faktor dari luar perbuatan itu.

Nah, faktor diluar perbuatan itu banyak. Ada hawa nafsu, adat istiadat, norma di masyarakat, aturan negara, hukum internasional dan juga hukum agama. Contohnya, melakukan hubungan suami istri tapi belum menikah menurut hawa nafsu itu baik, menurut kebiasaan orang Barat itu juga biasa.  Akan tetapi, menurut norma masyarakat Indonesia secara umum perbuatan tersebut buruk.  Sedangkan menurut agama Islam itu dosa besar dan amat buruk.

Lantas bagaimana agar kita tidak bingung? Bukankah hawa nafsu manusia berbeda-beda? Bukankah norma dan adat istiadat manusia tidak sama?  Bukankan aturan negara terkadang di buat karena ada kepentingan politik tertentu?

Menurut saya, pilihan yang paling tepat adalah jadikan faktor penilai baik dan buruknya suatu perbuatan adalah agama (ketentuan-Nya).  Mengapa? Karena aturan itu datang dari Sang Maha Pencipta yang tahu persis bagaimana seharusnya kita menjalankan kehidupan di dunia. Kedua, bila kita mengikuti aturan agama, maka kehidupan di dunia kita terjaga dan di akhirat mendapat balasan di surga.

Teruslah pelajari bagaimana Dia mengatur kehidupan kita. Pahami, hayati dan kemudian amalkan dalam kehidupan nyata. Agama bukan hanya di tempat ibadah. Agama bukan hanya ada saat kelahiran, pernikahan dan kematian. Agamapun bukan hanya hadir di bulan-bulan tertentu. Agama ada di setiap tarikan dan hembusan nafas dalam kehidupan kita.

Saya yakin, Anda pasti ingin bahagia di dunia dan juga setelah kehidupan dunia. Orang yang cerdas pasti tidak mengabaikan kehidupan abadi, kehidupan setelah dunia. Dan kehidupan terbaik dan abadi itu bisa kita nikmati bila agama selalu menyatu dalam semua aspek perbuatan kita.

Salam SuksesMulia!

Rabu, 21 Desember 2011

Berubah atau Menjadi Barang Rongsokan

by. Jamil Azzaini

1.  Hidup artinya berubah, berubah artinya menjadi dewasa, yang artinya membentuk diri tiada akhir (Henry Bergson)

Tafsirku: Tahun 2011 sebentar lagi berakhir. Cobalah duduk sejenak kemudian renungkan apa perubahan dalam hidup Anda yang sudah terjadi. Bandingkanlah kehidupan Anda dengan awal 2011. Apa perubahan-perubahan yang sudah Anda lakukan?

Waspadalah bila kehidupan Anda sama dengan awal tahun. Itu pertanda Anda tidak berubah dan bertumbuh. Ingatlah, setiap yang tidak berubah pada hakikatnya sudah menjadi barang rongsokan yang tidak laku.

Sebagai contoh, mungkin sebagian Anda mengenal pager, sebuah alat komunikasi satu arah khusus untuk menerima pesan secara mobile. Pager pernah sangat populer. Tapi sekarang produk itu sudah tak ada, sudah menjadi barang rongsokan, perannya sudah digantikan oleh hand phone yang bisa menjalin komunikasi mobile dua arah.

2. Hidup paling berat saat kita tidak memiliki beban apa-apa yang perlu kita pikul (Paul C. Mason)

Tafsirku: Banyak orang yang menghindar ketika ada tantangan baru. Mereka takut beban hidupnya bertambah bila mengambil tantangan itu. Mereka menganggap menghindari tugas dan tantangan baru itu akan meringankan hidup.

Padahal, bila Anda sering menghindar dari pekerjaan-pekerjaan yang menantang kehidupan Anda justeru akan semakin berat. Mengapa? Karena orang lain bertumbuh mampu mengikuti perkembangan zaman, sementara Anda diam di tempat. Anda tertinggal tetapi Anda tak sadar.

Ayo berkomitmenlah pada tahun 2012 melakukan banyak perubahan. Bersedia belajar hal-hal yang baru. Rela menginvestasikan dana untuk meningkatkan kualitas diri dan keahlian. Berani mengambil pekerjaan-pekerjaan yang menantang.

Bila Anda tak mau berubah, nasib Anda akan sama dengan pager atau produk-produk lain yang tak mau berubah. Anda akan menjadi barang rongsokan yang bernilai rendah dan dicampakkan di tempat sampah.
Ciri hidup itu adalah berubah dan bertumbuh. Jadi bila Anda hanya diam dan tak berubah, sesungguhnya Anda telah mati…

Trauma

by. Jamil Azzaini

Pria ini mengalami trauma setiap kali menjelang tidur. Ia selalu khawatir di bawah tempat tidurnya ada makhluk yang menyeramkan. Hampir setiap malam ia susah tidur. Akibatnya, siang hari ia mudah letih dan staminanya tidak terlalu prima. Wajahnyapun terlihat kuyu dan lesu.

Akhirnya ia berkonsultasi kepada seorang ahli yang bisa menyembuhkan trauma, seorang konsultan hypnoterapi. Anehnya, setelah berbulan-bulan berbagai metode dan cara dilakukan tidak juga menunjukkan hasil. Pria ini masih saja susah tidur bahkan semakin hari semakin parah. Akhirnya, dia menyerah dan berhenti berobat.

Selang beberapa bulan kemudian, si konsultan hypnoterapi berjumpa dengannya di sebuah pusat perbelanjaan. Surprise! Mantan pasiennya ini tampak ceria, wajahnya juga cerah dan penuh semangat. Sang konsultan pun bertanya, “Kamu kelihatan hebat, bagaimana dengan traumanya, sudah sembuh?” Dengan cepat dia menjawab, “Sudah pak, sekarang saya sudah bisa tidur nyenyak.”

Sang konsultan bertanya lagi, “Apakah kamu menggunakan metoda yang saya ajarkan?”
“Tidak sama sekali. saya berkonsultasi dengan bapak saya dari kampung. Tidak perlu berkonsultasi berbulan-bulan, satu kali berkonsultasi langsung sembuh,” jawabnya mantap.

“Penyakit trauma kamu sudah akut tidak mungkin satu kali terapi sembuh,” balas sang ahli hypnoterapi.
Sambil tersenyum mantan pasiennya itu menjawab, “Buktinya saya sembuh, pak.”

“Jadi, ketika saya mengeluh bahwa saya trauma setiap kali mau tidur, bapak saya bertanya, memangnya apa yang kamu keluhankan? Sayapun menjelaskan bahwa saya selalu merasa seolah-olah ada makhluk mengerikan di kolong tempat tidur. Mendengar penjelasan tersebut tanpa berkata-kata beliau langsung masuk kamar saya dan memotong kayu kaki tempat tidur. Sekarang tempat tidur saya menempel di lantai. Sejak saat itulah saya bisa tidur nyenyak…”

Salam SuksesMulia!

Rabu, 14 Desember 2011

Suara Hati Seorang Ibu

Sahabat, ini adalah petikan suara hati seorang umi. Umi adalah nama lain dari ibu.  Taukah sahabat? mungkin suara hati ini tidak cuman suara hati perseorangan, namun mungkin ini juga merupakan suara hati ibu kita. Ibu dari ibu-ibu yang ada di permukaan bumi ini. Selamat menyimak.


Anakku yang ku kasihi…
Tanpa disadari oleh kita masa berlalu terlalu cepat dan kau yang ketika dulu masih kecil, manja dalam pelukan umi, kini telah menjadi gadis remaja dan telah mula belajar arti kehidupan. Zaman yang kau lalui dan alami kini adalah zaman yang penuh pancaroba, penuh dugaan dan cobaan. Cobaan yang sering mengganggu iman dan hatimu, perasaan dan nafsumu, kewibawaan dan tugas-tugasmu. Ketika inilah kau, kau ingin merasakan semua keadaan, semua kenikmatan hidup. Kau ingin menjadi manusia yang dipuja dan disanjung banyak orang.Kau ingin disayangi dan menyayangi.



Anakku sayang,
Jika tiada iman, niscaya lunturlah segala kekuatan, hancurlah segala kebaikan. Oleh itu, umi berpesan agar engkau berhati-hati dalam berfikir dan bertindak, batasilah kehendakmu dengan rasa takut pada Allah karena tidak ada orang yang tidak dicatat amal dosanya, tidak ada orang yang dikecualikan, termasuk kau. Pernah seorang soleh berkata,”seorang remaja jika dapat melalui cobaan hidupnya dengan baik, tenang dan penuh kebaikan, mampu menolak kehendak-kehendak nafsu, maka percayalah dia manusia yang paling sukses selama hidupnya. Manakala seorang pemuda yang gagal menggunakan masa remajanya untuk mencari kebaikan, rugilah ia dan celakalah hidupnya esok dan yang akan datang”.